“SEBATAS
MIMPI”
Karya : ULFA JAUHAROTUL WASILAH
Untuk kesekian kalinya
Lantunan nada berdesir menusuk
kalbu
Fajar menerpa pagi yang indah
Anganpun menjadi kosong hancur
Jawaban yang tak pernah menentu
Aku yang hanya merasa
Ujian hidup yang selalu menerpa
Hanya angan yang aku pikirkan
Akankah mimpi menjadi nyata
Rintihan asa membuatku lemah
Obat hati yang tak pernah ku tahu
Tapi semuanya adalah kehendak
Tuhan
Untuk apa aku merintih
Lupakan kenangan adalah jalannya
Waktu tak mungkin kembali
Angin malampun terus mengoyak
jiwa
Sampai kapankah aku terus
menunggu
Indah cintamu yang menguatkanku
Lambaian tanganmu iringi
langkahku
Akankah kau tau
Hatiku sunyi tanpa keindahan
cintamu
“KEHILANGAN”
Karya
: ULFA JAUHAROTUL WASILAH
Malam yang
sunyi nan sepi
Aku mencoba
ungkapkan segala rasa
Lewat sinar
sebuah rembulan malam
Kurangkai kata
demi kata
Membayangkan
sosoknya yang begitu terang
Lalu,
kusampaikan padanya
Tersenyumlah
saat kau mengingatku
Karena saat
itu, aku tak berada disampingmu
Tetapi,
pejamkanlah mata indahmu itu
Karena aku
telah berada dihatimu untuk selamanya
Tak ada lagi
yang tersisa lagi untukku
Selain
kenangan-kenangan yang indah saat bersamamu
Mata indah yang
dahulu adalah milikmu
Mata indah yang
dengannya aku bisa melihat keindahan cinta
Kini, semuanya
terasa jauh meninggalkanku
Kehidupan
terasa kosong tanpa keindahanmu
Hati, cinta,
dan rinduku adalah milikmu
Cintamu takkan
pernah membebaskanku
Bagaimana
mungkin aku terbang mencari cinta yang lain
Saat
sayap-sayapku telah patah karenamu
Cintamu akan
tetap tinggal bersamaku
Hingga akhir
hayatku dan setelah kematian
Hingga tangan
Tuhan akan menyatukan kita lagi
Betapapun hati
telah terpikat pada sosok terang dalam kegelapan
Yang tengah
menghidupkan sinar redupku
Namun tak dapat
menyinari
Dan menghangatkan
perasaanku yang sesungguhnya
Aku tak pernah bisa
menemukan cinta yang lain
Selain cintamu
Karena mereka
tak tertandingi oleh sosok dirimu dalam jiwaku
Kau takkan
pernah terganti
Bagai pecahan
logam mengekalkan
Kesunyian,
kesendirian dan kesedihanku
Kini aku tlah kehilanganmu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar