Senin, 18 Maret 2013

Puisiku


“SEBATAS MIMPI”
Karya : ULFA JAUHAROTUL WASILAH

Untuk kesekian kalinya
Lantunan nada berdesir menusuk kalbu
Fajar menerpa pagi yang indah
Anganpun menjadi kosong hancur

Jawaban yang tak pernah menentu
Aku yang hanya merasa
Ujian hidup yang selalu menerpa
Hanya angan yang aku pikirkan
Akankah mimpi menjadi nyata
Rintihan asa membuatku lemah
Obat hati yang tak pernah ku tahu
Tapi semuanya adalah kehendak Tuhan
Untuk apa aku merintih
Lupakan kenangan adalah jalannya

Waktu tak mungkin kembali
Angin malampun terus mengoyak jiwa
Sampai kapankah aku terus menunggu
Indah cintamu yang menguatkanku
Lambaian tanganmu iringi langkahku
Akankah kau tau
Hatiku sunyi tanpa keindahan cintamu

“KEHILANGAN”
Karya : ULFA JAUHAROTUL WASILAH

Malam yang sunyi nan sepi
Aku mencoba ungkapkan segala rasa
Lewat sinar sebuah rembulan malam
Kurangkai kata demi kata
Membayangkan sosoknya yang begitu terang
Lalu, kusampaikan padanya
Tersenyumlah saat kau mengingatku
Karena saat itu, aku tak berada disampingmu
Tetapi, pejamkanlah mata indahmu itu
Karena aku telah berada dihatimu untuk selamanya
Tak ada lagi yang tersisa lagi untukku
Selain kenangan-kenangan yang indah saat bersamamu
Mata indah yang dahulu adalah milikmu
Mata indah yang dengannya aku bisa melihat keindahan  cinta
Kini, semuanya terasa jauh meninggalkanku
Kehidupan terasa kosong tanpa keindahanmu
Hati, cinta, dan rinduku adalah milikmu
Cintamu takkan pernah membebaskanku
Bagaimana mungkin aku terbang mencari cinta yang lain
Saat sayap-sayapku telah patah karenamu
Cintamu akan tetap tinggal bersamaku
Hingga akhir hayatku dan setelah kematian
Hingga tangan Tuhan akan menyatukan kita lagi
Betapapun hati telah terpikat pada sosok terang dalam kegelapan
Yang tengah menghidupkan sinar redupku
Namun tak dapat menyinari
Dan menghangatkan perasaanku yang sesungguhnya
Aku tak pernah bisa menemukan cinta yang lain
Selain cintamu
Karena mereka tak tertandingi oleh sosok dirimu dalam jiwaku
Kau takkan pernah terganti
Bagai pecahan logam mengekalkan
Kesunyian, kesendirian dan kesedihanku
Kini aku tlah kehilanganmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar