Senin, 08 April 2013

Masih Tentang Dirinya.. -___-



Masih Tentangnya
Tuhan, masih tentang dirinya,, dirinya yang selalu mengisi hari-hariku yang kadang senang dan kadang sedih ini..
Tuhan, ku tuliskan segenap rasaku disini,, aku bingung dan aku ragu, dimana tempat yang pas untuk ku bercerita, menepis gundah, tentang asa, dan tentang rasa.. Tuhan, mungkin Engkau tempat yang pas untukku bernaung saat ku senang  ataupun sedih.
Tuhan, ini masih tentangnya, tentang rasa itu yang sunnguh ku tak mengerti. Kadang menyenangkan dan kadang pula menyedihkan. Setelah sekian lama aku mencoba menghindar, rasa itu mungkin muncul lagi, membuatku resah. Aku sudah mencoba mencari pengganti,, tapi apa daya rasa yag tak terhiraukan itu muncul lagi..
Tuhan, haruskah aku senang, dan haruskah aku sedih..
Dia yang tak menghiraukan, dia yang tak menyadarinya.. dia tak menghargai dan apakah dia ingat tentang masa2 itu, mungkin dia telah lupa..  aku memang takk berarti, aku tak sempurna, tapi aku  mencoba menjadi yang terbaik. Walaupun harapan dan asa itu telah pudar, aku menyadari aku tak patas untuknya, bernaung dihatinya atau sekedar menyapa pun aku tak mampu.
Lalu apa yang harus aku lakukan Tuhan, aku terlalu pusing memikirkanya. Mungkin dia telah mempunyai seseorang yang jauh lebih baik daripada aku saat ini,  dia mempunyai segalanya lalu apa yang ku punya ? aku hanya punya segenap rasa yang gila ini, rasa yag seharusnya tak muncul lagi setelah terucapnya janji perpisahan itu.
Tuhan, masih teringat jelas masa-masa itu, masa yang mungkin telah ia lupakan saat ini dan esok nanti..
Saat pertama aku mengenalnya, menyapanya, senda gurau itu, janji masa depan dan kata perpisahan itu. Tuha, kalu aku boleh jujur kepadanya aku akan menjadi yang terbaik untuknya, aku rela jika ku hanya sebagai teman saja itu sudah megobati rasa yan gila ini, karena au yakin aku tak mampu.. aku terlalu kecil, kurang baik untunya.
Tuhan,, apa yang sebenarnya terjadi padaku?
Tuhan, jika aku mampu menjadi yang terbaik untuk diriya. Dekatkan aku lagi denganya. Karena aku tak akan rela ia  bersanding dengan yang lain, aku lelah menyembunyikan dihadapan teman2ku. Ku rasa, hanya aku yag bisa menerima segala kekuranganya tak ada yang lain. Aku memang munafik, aku yang menyakiti diriku sendiri.. Aku memang bodoh,, tapi apa daya, aku tak mampu mengatakan pada dunia ini.
Tuhan, jika aku tak memang benar-benar tak mampu memberikan yang terbaik untuknya, berikan seseorang yang mampu membuat ia bahagia karena aku memng tak pantas untuknya. Aku ingin melihat ia tersenyum. jauhkan aku, lalu berikan aku penggantinya yang lebih baik yang mampu memberikan janji masa depan yang lebih baik lagi..
Tuhan, cukup sekian aku bercerita, mengadu dan berkeluh kesah.. Semoga Engkau senantiasa memberkahi segala langkahku dan langkahnya. Aamiin. J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar